Mittwoch, Dezember 31, 2003

LastMinute

lagi nungguin acara kembang api saat2 pergantian tahun baru ini saya ketemu malah gambar ikan yang lucu, judulnya boleh dibilang Ich bin doch allein, si koneng tea, kata orang Sunda....keren yaa?

Montag, Dezember 29, 2003

Film kesukaan Dzakiyyah

>

Dari banyak film anak2, yang Dzakiyyah tonton, film Heidi menjadi film yang sangat digemarinya. Film ini menceritakan "Kindheit" seorang putri kecil yang bernama Heidi. Film ini mulai diproduksi di Jepang sejak tahun 1974/75. Seri/Folge pertama dari Film Heidi ini bahasa Jepangnya+Deutsch Arupu no shojo haiji, das heisst Heidi, das Maedchen aus den Alpen, Sampai sekarang sudah diterjemahkan ke dalam 50 bahasa. Original Heididorf di daerah Schweizer Bergen, Ort Maienfeld. Sebenarnya ceritanya biasa-biasa saja (versi saya loo), cuma bagi Dzakiyyah interessant bangeeet, kalau mau pergi main dan dia sedang nonton film ini, wah musti ditunggu dulu. Kehidupan Heidi ini layaknya anak2 yang tinggal didesa pegunungan zaman baheula, gembala, lari2 di lereng gunung, main ayunan. Teman akrabnya Heidi ini ada Markus dan Clara. Dia sendiri tinggal dengan Grossvater-nya (Peter), dan tidak jauh dari rumah kakeknya ini tinggal Grossmuetter-nya. Memang indah kehidupan Heidi dengan segala keceriaannya tinggal bersama teman2 dan kakeknya, jauh dari kebisingan kota. Penuh canda..., makanya kalau kita ke luar kota dan melewati daerah pegunungan atau persawahan, Dzakiyyah akan selalu melotot dan terkadang bertanya, "Mana Heidi nya?". Konon khabarnya, anak2 Jepang yang datang ke Jerman/Swiss, selalu pergi ke original-heididorf, dan daerah ini adalah salah satu tujuan wisata. Mudah2an, lain waktu kita bisa juga pergi kesana...Kalau Dzakiyyah rindu ama soundtrack Heidi, biasanya dia langsung ke Der Heidisong.

Der Heidisong

Heidi, Heidi, deine Welt sind die Berge!
Heidi, Heidi, denn hier oben bist du zu Haus'.
Dunkle Tannen, gruene Wiesen im Sonnenschein,
Heidi, Heidi, brauchst du zum Gluecklichsein.


Heidi, Heidi,
komm nach Haus', find dein Glueck,
komm doch wieder zurueck!


Dort in den hohen Bergen
lebt eine kleine Maid,
gut Freund mit allen Tieren,
ist gluecklich alle Zeit,

im Winter wie im Sommer auch,
wenn all die Herden zieh'n,
am Morgen und im Abendschein,
wenn rot die Alpen bluehn.


Heidi, Heidi, deine Welt sind die Berge!
Heidi, Heidi, denn hier oben bist du zu Haus'.
Dunkle Tannen, gruene Wiesen im Sonnenschein,
Heidi, Heidi, brauchst du zum Gluecklichsein.

Heidi, Heidi,
komm doch Heim, find dein Glueck,
komm doch wieder zurueck!

(Text: W. Weinzierl, A. Wagner)

Samstag, Dezember 27, 2003

Liburan akhir tahun


Liburan tentunya sangat ditunggu-tunggu, apalagi liburan akhir tahun ini sekitar dua minggu. Masuk kerja pun tak ada orang, apa lagi heizung di Institut dikecil-in, dingin banget. Terpaksa ambil cuti juga, padahal ada kerjaan yang musti diselesaikan Januar nanti. Nah..susah bangeet kerja dirumah, biasanya yang namanya computer selalu rebutan. Jangankan Dzakiyyah, Fathur pun ikut rebutan. Ada nikmatnya juga, kerjanya ngga stress. Hasilnya?....cukup lah...he..he..Yang penting kan liburan sambil kerja, atau kerja sambil liburan. Yang penting ngumpul sama anak-anak yang lagi lucu2nya. Hasil kerjaan....na klar, ngga kan maximal. Sambil nunggu salju turun....dipenghujung tahun ini, tschuess...belajar dulu aahh..Si Fathur sudah tidur, tinggal Dzakiyyah aja yang sedang main dicomputernya.

Dienstag, Dezember 23, 2003

Mau liburan?

Sehubungan besok bis Montag liburan tahun baruan, jadi ngga usah ke kantor. Nah, bahan ini kudu dibaca kalo lagi liburan Mehr.....

Sonntag, Dezember 21, 2003

Sepi juga ei

Nah minggu ini ada pengajian ibu2 yang selalu diadakan sekali sebulan. Biasanya Dzakiyyah ngga ikut, tapi pagi ini dia ngotot mau ikut, katanya "ayuk mau ikut ngaji..mau ikuuut". Ok lah, pergi,...asal jangan..... Langsung dijawabnya, "tidak nakal..., tidak nangis..., jangan ribut..., baik sama temeen". Memang kalau dia mau pergi kesuatu tempat atau pertemuan musti dibilangin protokoler diatas. Jadi kalau ada tawaran pergi dia sudah langsung menjawab apa yang musti dilakukan dan dilarang. Terpaksa berdua sama Fathur dirumah, setelah Fathur bangun dari tidur kita fussballspiel, dreirad dan main computer. Cuma sepi juga duaan dirumah hari minggu beginian. Mudah2an Dzakiyyah asyiik main sama temen2nya, Evelyn, Sheila keduanya Indo, dan adek Layyinna serta teman lainnya. Wah Fathur lagi nangis nih..tschuess

Samstag, Dezember 20, 2003

Ayuk baca dulu...?!


Kemaren kita jalan-jalan ke kota/stadtfuehrung, Galeria Kaufhof, Karstadt, Mediamarkt dan juga sircus di pasar Weihnachtsmarkt yang diadakan setiap bulan Dezember. Orang rame banget pada belanja, kayak lebaran kalau di Indonesia. Salah satu kebiasaan sini adalah memberikan geschenk (hadiah) kalau bulan Dezember ini. Biasanya kalau Dzakiyyah main ke supermarkt waktu dihabiskan di mediamarkt, karena disana banyak spiele, dan peralatan eletronik. Tentu saja Dzakiyyah mau cobaain semua. Bisa2 dua jam main disana, coba ini, coba itu terutama computer terbaru atau notebook yang menarik bagi dia, dan terkadang harus digendong untuk hanya sekedar nyobain notebook. Makanya walau dia belum tiga tahun sudah bisa main computer, baik itu game atau program kayak media player, msword, finefixviewer atau berkunjung website kesukaannya. Jadi hampir selalu kalau lagi ngetem di internet rebutan sama dia. Tapi kemaren malam yang buat kita2 kedinginan, dia katanya mau baca (lihat foto). Ada jualan buku2 kecil didepan salah satu toko buku. Dia ngga mau pergi, dia lihat buku2 tersebut hampir sekitar setengah jam. Dinginkan, suhu sedang 4 derajat celsius. Dia bilang, "Ayah pergi saja dulu, ntar kesini lagi, Ayuk mau baca...." dll. Ya ngga berani dong ningalin dia, tunggu sampai dia bosan saja, baru kita pergi lagi. Itulah Dzakiyyah.........

Donnerstag, Dezember 18, 2003

Musim

Di appartment saya terpampang empat gambar ukuran A3 yang dulu saya photocopy warna dari teman. Objek dari gambar ini hanya sebatang pohon, entah mengapa istri saya sangat tertarik dengan gambar ini, jadilah sekarang gambar itu menghiasi ruang tamu. Setelah dipikir2 ternyata gambar itu sangat menarik, karena pohon tersebut menggambarkan empat musim (Winter, Herbst, Sommer dan Fruehling). Pernah suatu ketika kita berdiskusi mengenai susunannya, apakah winter dulu atau sommer dulu, sama saja kayak mana yang duluan ayam atau telor ayam, yang penting gambar tersebut enaak dulu dipandang, dan yang jelas setelah musim winter tentu datang herbst dst....Pernah tahun lalu salah seorang teman dari Indonesia yang datang ke Universitaet saya untuk melakukan penelitian postdoctor, dan sehari sebelum dia pulang dia bilang, "Pak, boleh saya photocopi gambar itu, ngga?" katan teman saya tersebut. Dan sebulan setelah sampai di Indonesia dia bilang, bahwa istrinya sangat senang dengan gambar tersebut dan katanya nanti kalau main ke Indonesia lihat dech, sudah dibingkai bagus, katanya. Pernah saya berencana mau bikin sendiri gambar tersebut dengan musim yang berbeda2 dengan objek yang sama, seperti pohon atau rumah, dalam bayangan saya itu pekerjaan gampang dan hanya perlu waktu setahun dan lebih gampang lagi tentunya dengan menggunakan digital camera. Tapi sampai sekarang ada saja musim yang tertinggal. Ya sudah lah...gambar itu saja dulu...Nah yang jadi ingatan saya sekarang adalah masalah musim di Indonesia. Dulu waktu saya sekolah es-em-pe dan sapai kuliah, guru2 selalu bilang musim dikita ada dua (Panas dan Hujan). Jadi dulu biar gampang mengingatnya, maka guru saya bilang, setiap bulan yang berakhiran ber (Septem/Okto/Novem/Desem-ber dan Januari, Februari, Maret) adalah musim hujan. Ada pertanyaan teman saya dulu, kenapa begitu? Yang lain jawab karena akhiran bulannya ber..ber..ber...(bunyi air hujan dicomberan kan gitu kantanya). Lalu dari April sampai bulan yang ber.....lagi adalah musim panas. Apakah begitu faktanya? Akh pusing juga saya, toh kalau di Bogor, perasaan hujan melulu. Terpikir dalam hati saya untuk membuat photo musim di Indonesia nanti kalau saya pulang nanti, cuma yang bingungnya begini. Photonya dipastikan ada dua (musim panas dan hujan). Yang susahnya untuk latar belakang, kalau saya ambil latar belakang pohon, berarti Gbr-1, adalah pohon yang tumbang untuk menggambarkan musim hujan. Kenapa? Ya..karena setiap musim hujan akan terjadi banjir yang menumbangkan pohon2 dan juga menghanyutkan rumah2 masyarakat. Lalu Gbr-2, adalah pohon yang berasap atau gambar arang saja sekalian, kenapa pulak??? Ya..karena kalau yang namanya musim panas, bencana yang lain akan datang adalah kebakaran hutan. Kalau begini gambarnya, kayaknya ngga elook sipampang diruang tamu yaa. Bagusnya dimajalah lingkungan x yaa...Coba kalau musim di kita 4 musim...wahh ngga tahu dech apa yang terjadi, dua musim saja sudah repot begini. Dari jauh saya doakan buat saudara2ku di RIAU yang lagi kebanjiran semoga air cepat surut dan mari kita tanggulangi agar tahun depan tidak banjir lagi. Gimana caranya yaaaa?? Yang jelas kita telah gagal mengelola lingkungan ini. Semoga besoooooook kita akan lebih baik. Dan tidak tertimpa tangga dua kali atau masuk lubang yang sama dua kali (atau sudah berkali x x x). Pusing juga akh, belajar dulu...

Mittwoch, Dezember 17, 2003

Banjir di Riau

Baca koran kesayangan Riaupos berita tentang banjir minggu2 ini, terutama di kawasan sungai Kampar dan sungai Kuantan/Indragiri. Mudah2an airnya cepat surut dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti semula. Kasihan juga anak2 banyak yang diliburkan karena sekolahnya diserang air/banjir. Dan berita lain, katanya harga2 pada naik seiring naiknya permukaan air (kenapa ya??). Dan jadi ingat masa kecil dech, ikutan renang kalau banjir kayak ginian...

Dienstag, Dezember 16, 2003

hai....keren

Ini dia Fathur pakai kacamata, giginya kelihatan dua diatas dan dua di bawah...hai....keren yaaaaa.....??

Montag, Dezember 15, 2003

Schnee/snow

Nah, akhirnya pagi ini Schnee/snow datang juga tahun ini. Bisa main luncur2an deh dengan anak-anak sehabis kerja nanti, asyiik....

Samstag, Dezember 13, 2003

Loewe (Lion)


Dzakiyyah sedang melihat Loewe (Lion), lambang kota Braunschweig di tengah pasar malam yang diadakan setiap Desember. Tapi dingin bangeet, "Ayuk mau pulang!!", kata Dzakiyyah..Akhirnya kita pulang deh...

Freitag, Dezember 12, 2003

Sekilas tentang Brauschweig

Braunschweig adalah kota kedua saya di Jerman setelah empat bulan tinggal di Goettingen. Kota Braunschweig adalah kota terbesar kedua di wilayah Lower Saxony/Niedersachsen berpenduduk sekitar 240 ribu penduduk. Sekitar 30 menit dari kota terbesar dan juga ibukota negara bagian Niedersachsen, Hannover. Braunschweig ini juga merupakan kota kembar Bandung sejak tahun 1960, disamping itu Technical University Carolo-Wilhemina Braunschweig atau lebih dikenal dengan TU Braunschweig yang telah berdiri sejak tahun 1745 menjalin kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung dari tahun 1985. Jadi tidak heran sering pejabat-pejabat dari kedua instansi ini datang ke kota Braunschweig atau sebaliknya. Yang menarik untuk bidang ilmu pengetahuan, selain TU Braunschweig yang menjadi kebanggaan kota ini, juga terdapat beberapa lembaga/pusat penelitian, diantaranya adalah: Biologische Bundesanstalt fuer Land- und Forstwirtschaft (BBA), Bundesforschungsanstalt fuer Landwirtschaft (FAL), Deutsches Zentrum fuer Luft- und Raumfahrt e.V. (DLR), Gesellschaft fuer Biotechnologische Forschung mbH (GBF), Physikalisch-Technische Bundesanstalt (PTB). Lebih jauh tentang pusat penelitian ini bisa dilihat di forschungregion-braunschweig. Atau lihat langsung ke alamat website:
BBA, Federal Biological Institute for Agricultural and Forestry Sciences
; FAL, Federal Agricultural Research Institute ; DLR, The German Center for Aeronautical and Space Research ; GBF, The German Research Center for Biotechnology ; PTB, Physical engineering at the German Bureau of Standards. Pusat penelitian ini biasanya juga menerima student2 asing untuk penelitian master/doktor.

Donnerstag, November 27, 2003

P-Tag

Hari ini hari kedua saya masuk setelah cuti lebaran Idul Fitri. Hari yang cukup menarik, karena saya mengikuti Tagung dengan tema Aspekte der Bodenfruchtbarkeit, des Ressourcenschutzes und der Umweltrelevanz der P-Duengung. Disamping temanya sama dengan penelitian saya, juga bisa melihat penyampaian makalah oleh Prof J. Hahn yang selama ini saya banyak membaca tulisan dia dijournal dengan tofik tentang sewage sludge, phosphate and heavy metals aspects in agricultural system.

Dienstag, November 25, 2003

Montag, November 24, 2003

Ultah Fathur ke-1

Sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri 1424H, hari ini Montag, 24. November 03 adalah hari ulang tahun pertama Ananda Fathur. Ayahanda mengucapkan Selamat ulang tahun, panjang umur dan barokah. Semoga kelak menjadi anak yang sholeh dan sukses, amiin.

Sonntag, November 23, 2003

Menjelang lebaran

Insyaallah lebaran Dienstag, 25. November 2003. Seperti biasa kita gabung sholat sama teman-teman Arab. Sholat Ied dilakukakan di mesjid baru yang belum selesai. Cuma enak juga gabung rame-rame. Hitung-hitung melepas rasa rendo pulang mudik..

Freitag, November 14, 2003

hari ini ulang

hari ini ulang tahun saya yang kesekian...

Montag, November 10, 2003

Rote karte fuer Schwarzfahrer

Pagi-pagi saya sudah berangkat ke institut setelah sidikit tidur after sahur di hari ke-15 Ramadhan ini. Termin hari ini cukup padat yang telah menghiasi pinggir-pinggir komputer dan buku harian saya , musti dikerjakan hari ini. Termin pertama yang musti saya hadapi adalah janji dengan salah seorang doktor di universitas, dan termin ini dijadwal seminggu yang lalu. Itulah kebiasaan di Jerman semuanya musti termin. Jangankan dengan seseorang, dengan dokterpun musti termin kalau tidak Notfall atau emergency. Sudah dua kali saya ke Augenarzt, dan termin baru bisa datang 4 minggu, dan lebih parah lagi teman saya, dia harus menunggu 2,5 bulan untuk periksa matanya. Tapi kalau untuk dokter anak, yach bisa pagi telefon, dan siang atau besoknya bisa datang. Seperempat jam sebelum jam 10.00 saya sudah mendatangi kantornya, dan dengan sapaan khas dia bilang "gutten morgen Herr Rosyadi". Nah inilah yang hampir saya dengarkan kalau kita memang sudah ada janji dengan orang tersebut, dia duluan yang menyapa kita, dan memepersilakan masuk. Seperti perkiraan saya, alhamdulillah semua administrasi dan berkas-berkas semua dicheck, dan hanya dalam hitungan 5 menit semuanya selesai. Dalam hati saya, seminggu menunggu, ech ngga pertemuannya hanya lima menit. Tapi untuk apa pula lama-lama yang penting semua urusan sudah selesai.
Di tengah cuaca yang menusuk dingin dan saya lihat dipinggir jalan, terpampang angka menunjukkan 1 derajat celsius, pantas saja sangat dingin. Dan hari ini saya juga lupa bawa sarung tangan, jadi dech tangan merah. Turun disalah satu halte dan menuju halte yang lainnya, ech mobil yang ditunggu barusan berangkat. Musti saya tunggu 20 menit lagi, dari pada nunggu diluar saya pergi ke Mediamarkt salah satu toko elektronik untuk menghabiskan waktu 20 menit, habis kalau diluar nunggu dinggin banget. Bus jurusan 411 datang dan saya masuk sambil mencari tempat yang masih lowong. Beberapa halte dilewati, dan tiba-tiba tanpa disangka datang lah kontroller yang memeriksa penumpang yang pakai karcis atau tidak. Penumpang yang didepan saya ada dua orang yang kena denda, yang satunya ibu setengah baya, yang sempat bilang Entschuldigung! sama kontroller, namun dengan tegas dia jawab, maaf saya tidak perlu kata maaf, anda harus bayar 40 euro. Yang kedua, adalah nenek-nenek sekitar 70 tahun dan tentunya, dan ternyata dia punya karcis hanya lupa memasukkan ke mesin otamatisnya, tetap didenda 40 euro. Memang kalau yang namanya hukum kagak ada pandang tua, muda, kaya dan miskin. Alhamdulillah saya punya studentcard, jadi sepanjang tahun ngga perlu bayar. Saya lihat didinding bus tertulis: Rote karte fuer Schwarzfahrer. Kata-kata ini bukan basa-basi....

Donnerstag, November 06, 2003

Sehr fruehe

Pagi ini saya berangkat agak pagi-pagi dengan bis pertama jam 06.05 dari halte dekat apartment saya dan sampai ke institut jam 06.17, waktu yang cukup pendek ditempuh hari ini. Biasanya kalau jam anak sekolahan sudahlah bisnya telat 3-8 menit dan waktu tempuh juga agak lambat, maklum hampir disemua halte berhenti. Suhu pagi ini juga tidak terlalu dingin. Saya lihat diZeitung pagi ini, kisaran suhu 12 bis 3 derajat. Sampai di institut itu pun sudah banyak teman-teman yang datang, sudah ada sekitar 7 mobil yang datang. Dan didepan pintu masuk saya ketemu salah seorang laboran, biasa saya bilang "guten morgen", dan dia jawab "morgen". "Mron, katanya kok datangnya sehr fruehe?, kata teman saya tersebut. Dalam hati saya iya kali ya kepagian, biasanya kan datang bulan puasa ini agak telat, jam 08.05. Lalu saya bilang sambil berlalu, "habis ngga bisa tidur nich, lagi banyak kerjaan sampai akhir minggu ini". Dulu saya pernah berpikir, kalau datang jam sepagi ini pasti orang2 belum ada, ehe ternyata sudah pada datang. Disamping kerjaan numpuk, biasanya juga akan merubah pertanyaan anak saya (yang Januar tahun depan berumur tiga tahun), kalau biasanya saya berangkat dan dia sudah bangun pertanyaannya "Ayah apa? Ayah mau kemana, mau kolah? Ayuk boleh ikut? dan pertanyaan itu terus menerus sampai dia menutup pintu dan bilang daaaaaaa....tschuess. Dan masalah tutup pintu musti dia selalu ("Ayuk aja..ayuk aja..mamaa" celotehnya). Memang dia musti selbst machen atau kerjain sendiri kalau dia bisa, yah ambil telpon..pasang Schuhe..Jacke, buka pintu dan tutupnya sekalian. Dan biasanya kalau dia bangun dan saya sudah pergi pertanyaannya "Ayah mana? Ayah kolah? Ayah kolah mama? Ayah sudah cium ayuk?". Harapan saya semoga pagi ini bisa lebih produktiv dari hari kemaren dan amalan puasa di terima oleh Allah SWT, amiin.

Samstag, November 01, 2003

Brothers - Teman Sejati

Ditengah malam ke-8 Ramadhan ini ku dengarkan nasyid, entah mengapa lagu yang satu ini sangat enak didengarkan, baik lantunan musiknya, juga syairnya. Lalu ku coba suche diinternet dan kuperoleh juga syair dari lagu ini dari nasyid.com:



Selama ini ku mencari-cari
Teman yang sejati buat menemani
Perjuangan suci
Bersyukur kini pada illahi
Teman yang dicari
Selama ini telah ku temui

Dengannya disisi perjuangan ini
Senang diharungi bertambah murni
Kasih illahi

Kepadamu Allah ku panjangkan doa
Agar berkekalan kasih sayang kita
Kepadamu teman ku pohon sokongan
Pengorbanan dan pergertian
Telah ku ungkapkan segala-galanya

(ulangi)

Teman bersamalah kita
Semaikan persahabatan ini
Dengarkanlah dan teruskanlah
Perjuanganmu, pengorbanan dan kesetiaanmu

(ulangi **)

Kepadamu Allah ku pohon restu
Agar lita kekal bersatu
Kepadamu teman teruskan
Perjuangan, pengorbanan dan kesetiaan
Telah ku ungkapkan segala-galanya
Itulah tandanya kejujuran kita

Mittwoch, Oktober 29, 2003

Annual report 2001

Utilisation of phosphate from incinerated sewage sludge and meat and bone meal (p.18); Development and evaluation of phosphate fertilisers for organic farming (p.19) more. Annual report 2002: Utilisation of phosphate from incinerated sewage sludge and meat and bone meal (p.18); Effect of fertilisation with sewage sludge ashes on the counts of sulphur oxidising micro-organisms (p.10) more

Montag, Oktober 27, 2003

Ramadhan 3.

Tak terasa sekarang sudah memasuki 3 hari Ramadhan pada tahun keempat saya lalui dimusim dingin di Jerman. Enak juga Ramadhan di musim dingin, waktunya singkat. Kemaren imsak pukul 4.52 dan jam 17.03 sudah buka puasa. Menjelang akhir Ramadhan nanti jam setengah enam masih bisa sahur dan buka sekitar jam 16.20 sore, asyikkkan? Pulang dari institut pun harus dipercepat, kalau ngga yach buka di jalan. Mendingin kalau ada rumah makan padang enak juga, bisa makan kolak pula. Tadi pagi saya kaget juga, kok orang2 pada makan dan ngerokok semua. Ech baru sadar, mereka kan kagak puasa. Minggu ini ada dua hal yang perlu disetting, pertama perubahan jam fruehstueck und keine Mittag essen karena puasa tentunya. Kedua, perubahan waktu sommer ke winter, jadi mundur satu jam. Hitung2 bisa nambah tidur pagi satu jam, kan habis sahur. Tadi saya ketemu salah seorang professor saya, dan dengan spontan saya bilang, saya puasa looh. Dengan sedikit berpikir lalu dia menjawab ocehanku, Ramadhan? Iya, jawabku. Saya cerita padanya, karena dia tahu Ramadhan dan tahu sedikit mengenai mulai dan buka puasa. Trus dia tanya, kalau anak kecil puasa ngga? Mungkin dia ingat anak saya, saya jawab, tentu tidak. Puasa te diwajibkab kalau sudah baliq (tentunya saya bilang bukan baliq, tapi sudah dewasa..), cuma dari kecil sudah diajarin. Kalau orang tua gimana? dan banyak juga pertanyaan2 lain. Yach saya jawab sekemampuan saya...

Donnerstag, Oktober 23, 2003

Marhaban ya Ramadhan

KHOTBAH RASULULLAH YANG MULIA DALAM MENYAMBUT
BULAN RAMADHAN YANG PENUH BERKAH


Wahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan ALLAH dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi ALLAH. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu ALLAH dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada ALLAH Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar ALLAH membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan ALLAH di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal
kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada ALLAH dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika ALLAH Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah! ALLAH ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia
tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.

Wahai manusia! Barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi ALLAH nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: "Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian." Rasulullah meneruskan:) Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati shirat pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, ALLAH akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, ALLAH akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, ALLAH akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, ALLAH akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, ALLAH akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunah di bulan ini, ALLAH akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardhu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, ALLAH akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar
tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk
tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah
menguasaimu.

Amirul mukminin Ali bin Abi tholib karamallahu wajhah berkata: "Aku berdiri dan berkata: "Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?" Jawab Nabi: Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan ALLAH".

Freitag, Oktober 17, 2003

Poster

Dari pada ntar lupa simpan poster dulu ach, judulnya "In situ digestion" rock phosphate. Poster ini ditampilkan pada, 8th International Symposium on Soil and Plant Analysis South Africa, January 13-17, 2003

Donnerstag, Oktober 16, 2003

Ausflug

Minggu ketiga August yang lalu institut saya mengadakan "Ausflug" atau excursion. Sebulan lebih sebelum harinya sudah ada "Aushang" atau pengumuman, siapa-siapa yang mau pergi serta disitu sudah ada "Ausblick" apa saja kegiatan serta lokasi yang akan dikunjungi, dan tentunya berapa udunan yang musti dibayar. Acara ini selalu diadakan setiap tahunnya, katanya ini adalah salah satu bentuk penyegaran dan juga sambil belajar. Ada dua lokasi yang akan dikunjungi, pertama museum alam yang bernama Museumsdorf Hoesseringen, yang terletak dipinggiran kota Uelzen, dan saya pernah dulu berhenti sebentar di kota ini, karena kota ini menjadi tempat transit kereta dari arah selatan Jerman menuju Hamburg. Tempat kedua yang akan dikunjungi adalah pabrik roti Wasa atau yang lebih dikenal juga dengan nama Barilla yang terletak dikota kecil Celle. Seminggu sebelum berangkat saya tidak tertarik untuk pergi, cuma karena berangkat ini adalah diwajibkan oleh professor, yach terpaksa juga pergi. Pagi-pagi saya sudah bangun, karena berangkat jam 07.00, dan biasanya telat paling 1-2 menit kalau pun ada. Seperti biasa sepanjang perjalanan didalam bis wisata, professor saya dengan microfon kecil menerangkan segala sesuatunya sepanjang jalan, ya tema utamanya pertanian dengan sugar-beet, wheat, jenis tanah apa, permasalahan yang dihadapi, penanggulangan serta tentunya tema penelitian yang sedang dan akan dilakukan diinstitute. Perjalanan ngga terasa juga dengan mendengar kuliah2 seperti ini. Kurang lebih perjalanan 3 jam dari insitute saya, sampailah kami kelokasi yang pertama, museum alam. Museum ini sudah saya duga sebelumnya, pasti tidak menarik dan membosankan. Ada teman saya dari Mesir yang hoby berceloteh, sangat kelihatan sekali bahwa dia ngga suka ketempat seperti ini, saya cuma menghibur, toh barangkali ada faedahnya yang kita ambil dari sini. Dibagilah kita dua group, satu berbahasa Deutsch dan satu Englisch, dan tentunya kelompok saya adalah yang terakhir dan sebagai guidenya my professor. Dengan memandang sekeliling lahan bekas pertanian yang digarap oleh masyarakat baheula, yang luasnya sekitar 10 hektar, dan dikiri-kanan jalan satumeteran ada bebarapa rumah serta kandang ternak mereka serta ada lahan seperti tegalan, serta ada juga lahan kosong yang dipagar tempat kambing-kambing ditambatkan, professor saya dengan bersemangat menerangkan apa yang dilakukan penduduk tempatan pada tahun 1600-1900 dulunya. Dari beberapa pandangan dan ringkasan cerita, ada beberapa point penting juga yang saya dapatkan. Ada sebuah rumah tua, dengan dapur yang terletak diruang tamu, dan menurut dia rumah ini adalah salah satu rumah orang kaya didaerah ini. Ada teman bertanya, kok dapurnya diruang tengah? My professor menerangkan bahwa salah satu fungsi extra dapur ini adalah sebagai heizung atau pemanas, karena dulu belum ada sistem electric seperti sekarang, dan juga biasanya mereka sambil masak juga mengadakan pesta keluarga dan disamping unggun/dapur ini tentunya. Lalu dia menunjuk daging bakar yang digantung atas perapian tadi, dan kelihatannya sangat besar dan keras. Lalu dia menerangkan mengapa seperti itu, salah satu alasannya adalah daerah sini atau utaranya Jerman sangat dingin mulai dari November sampai Maerz saljunya tebal, jadi para petani didaerah ini ngga bisa apa, apa. Salah satu strategi mereka biar tetap makan/hidup di musim dingin adalah membuat daging bakar yang banyak lemak dan besar. Lalu dia menyindir juga, coba kita lihat di Afrika katanya (untung contohnya bukan Indonesia), disana orang ngga perlu memikirkan makan untuk musim dingin, malahan untuk besokpun ngga perlu dipikirkan, toh bawa tombak saja lalu masuk hutan, dapat makanan. Kami hanya tersenyum mendengarkannya. Trus dia simpulkan juga, bahwa alampun ikut membentuk kedisiplinan dan bla..bla.. Dalam hati saya, benar juga tuch, coba dinegara saya kan sepanjang hari petani bisa bercocok tanam....to be continue!!!


Mittwoch, Oktober 15, 2003

Auf den Punkt gebraucht

Es gibt mehr Probleme als Zeit zu deren Loesung, daher verdraengt das Dringendste oft das Wichtigste (Henry Kissinger). Tulisan ini ada disamping photo Dzakiyyah yang lagi megang balon merah halaman 23, und mehr

Kesan pertamaku

Sekarang lagi istirahat siang, saya mencoba untuk menulis diary ini. Ada beberapa hal yang selalu menarik buat saya bulan Oktober ini, pertama bulan ini adalah ulang tahun anak mertua saya dan tentunya diperingati setiap tahun, kedua saat tiga tahun yang lalu saya berangkat untuk pertama kalinya ke Jerman, dan ketiga tentunya pada bulan ini ada libur satu hari untuk "Tag der Deutschen Einheit". Nah, peristiwa yang kedua terakhir ini lah yang bertepatan dulunya, saya berangkat dari Jakarta to Frankfurt. Nah apa kesan pertama sampai di Jerman, sulit juga mana yang paling menarik. Yang jelas dari Frankfurt ke Goettingen saya naik kereta atau yang lebih dikenal dengan nama Zug, tentunya penuh karena kebetulan harpitnasnya Jerman, dan biasanya banyak orang ambil urlaub. Mau naik zug ini serba kudu cepat, kalau telat sedikit yah nunggu zug berikutnya. Nyampe dikota yang saya tuju, wao... hampir semua taxi mercedes. Jadi ada istilah dari teman-teman kalau mau jadi orang keren ala kita, yach naik taxi aja, hitung2 naik mobil mewah. Trus sepanjang jalan dekat perumahan berjejer mobil, dan hampir tidak ada yang di garasi. Saya tidak bisa membayangkan kalau terjadi seperti ini di negaraku. Kata teman saya, prinsip orang2 disini, dari pada sewa garasi mobil mahal, mendingin mobil berdingin dan berpanas ria, ntar kalau berkarat ganti yang baru. Hebat juga solusinya, toh bakalan ngga hilang kalau mobil nagkring diluar, tentunya kagak perlu juga pakai alarm dan security lainnya. Nah ada dua hal penting yang dulu selalu diingatin teman saya kalau mau keluar negeri, ternyata itu memang sangat penting. Kalau bulan Oktober sampai Maerz, jangan lupa pakaian dingin, dan itu harus ditaroh ditas atau dijinjing, jangan ditaroh di bagasi, ntar kalau sampai dibandara udara dingin langsung menyapa. Kedua, makanan menjelang belanja ke supermarkt. Saya jadi teringat dulu kebetulan ada teman dari Afrika yang baru datang, dan kebetulan itu hari Minggu, tentunya semua supermarkt tutup, sementara perut kan perlu diisi. Itu beda dengan kita di Indonesia, mall dan supermarkt justru rame dihari minggu/libur, kalo disini kagak buka. Alhamdulillah, kebetulan saya bawa indomie, itulah yang menjadi makanan menjelang Senen olehnya. Jadi perlu diingat bawa Indomie dan sejenisnya kayaknya penting dech kalo keluar negeri, apa lagi bawa rendang, bakalan tambah asyik, plus rice-cooker, lengkaplah sudah.

Dienstag, Oktober 14, 2003

Interview

Pantas saja hari ini dingin sekali, pas sampai di institut saya lihat online Wetter ternyata pagi ini suhu mencapai 0 derajat celsius dan angin 7 km/h. Untung saja saya bawa pakaian lengkap ala winter, walaupun sekarang masih herbst dan di halte saya ngga perlu lama menunggu karena bisnya tepat waktu jam 07.35, yang biasanya jam segini selalu telat 3 sampai 5 menit karena jam sibuk anak sekolah. Dan minggu ini sampai minggu depan 13.-25. Oktober anak sekolahan ferien, ngga tahu liburan apa, tapi kata teman saya itu liburan menjelang pergantian musim sommer ke winter. Cuma asyik juga, jadi ngga perlu berdesakan ala KRL Bogor-JKT, paling isinya sampai ke institut saya 5-7 orang, dan dijamin fuenktlich.
Kemaren ada yang lucu juga, salah seorang laboran datang ke ruangan saya nanyain tentang orang Jerman yang saya bilang ngga banyak ketawa, sambil membawa hasil wawancara saya dengan sebuah majalah terbitan institut saya Wissenschaft erleben . Sekitar bulan Juli yang lalu kebetulan saya dapat tawaran wawancara mengenai kehidupan di Jerman menurut pandangan Gastwissenschaftler. Pertanyaan-pertanyaan umum diajukan, seperti mengapa ke Jerman? Mengapa ke institut ini? Yach saya jawab dengan idealis tentunya, bahwa saya ingin mengecap lembaga penelitian diluar negeri dan kebetulan disini saya lihat fasilitasnya memadai untuk penelitian saya. Trus professornya juga banyak publikasinya di journal international, saya bilang. Dan bla..bla.., trus yang menarik bagi interviewerin malahan masalah sosial. salah satu pertanyaannya, bagaimana kesan pertama anda sampai di Jerman? Dengan spontan saya bilang, orang Jerman ngga banyak ketawa, ech ternyata judul besar wawancara saya ini di halaman 14-15 terpampang Die Deutschen lachen nicht so viel. Makanya laboran kemaren langsung nanyain sama saya, dulu juga salah seorang Putzfrau datang kesaya dengan mencoba sedikit senyum dan bertanya, sudah baca belum majalah ini? Udah, kata saya. Sambil beramah-tamah dia berdiskusi dengan saya, tentang ini, itu dll. Dan juga mencoba membantu permasalahan saya yang diwawancara tersebut saya bilang sulit mencari Kindergarten untuk anak saya. Trus, saya bilang terima kasih, mungkin Januar tahun depan dapak kok, saya bilang. Permasalahannya juga lokasi, sebab saya inginnya dekat apartment saya, jadi ngga sulit ngantarin pagi-pagi. Ok dech demikian dulu, habis mau nulis penelitian saya dulu, saolnya schedule hari ini membahas chapter discussion. Wassalam

Montag, Oktober 13, 2003

IN SITU DIGESTION

IN SITU DIGESTION - A NEW APPROACH TO IMPROVE PLANT AVAILABILITY OF NON WATER-SOLUBLE PHOSPHATES

Ewald Schnug1, Leila Habib1,3, Xiaohui Fan1,2, Juergen Fleckenstein1, Imron Rosyadi1, Jutta Rogasik1 & Silvia Haneklaus1

1Institute of Plant Nutrition and Soil Science, Federal Agricultural Research Centre,

Bundesallee 50 D-38116, Braunschweig , Germany; 2Institute of Soil Science, Chinese Academy of Sciences, Nanjing 210008, P. R. China; 3Faculty of Agriculture, Tishreen University, Lattakia, Syria

Phosphate is the first non-renewable resource which is depleted within the next 50-100 years and agriculture is the largest user of phosphates and also the largest source for losses of phosphates by environmental dispersion (surplus enrichment in soils, erosion) and irreversible fixation (meat bone meals and ashes). It may be assumed that the apparent recovery of fertilizer phosphate is about 100% in fertile soils. This, however, requires that the phosphate applied is water-soluble in order to be fully part of site-specific phosphate dynamics. Organic farming for instance allows only the use of non water soluble phosphate sources (Guano, farmyard manures, Meat Bone Meals (MBM), wood ash and soft, ground raw phosphate). This causes a major problem in organic farming, because plant available, soluble soil phosphate levels will decrease and the soil fertility will diminish, if fertilizer rates are based on total amounts, which just replace the take-off of phosphate. The development of new fertilizers and strategies promises to solve this problem. The concept of "in situ digestion" takes advantage of the acidifying effect of elemental sulphur, which applied together with rock phosphates or calcium phosphates dissolves the phosphorus material. In an incubation experiment the influence of two P:S compound products (Prock phosphate : Selemental = 40:60 and 30:70), inoculation with sulphur oxidizing bacteria and soil temperature on transformation processes was tested. Inoculation yielded a significantly higher oxidation rate of elemental S. Generally, a higher temperature caused faster oxidation rates of elemental sulphur. The sulphate content after oxidation of elemental sulphur was closely related to a decrease in soil pH. At an incubation temperature of 230 C, the water-soluble P content increased significantly over time in the inoculated treatments. In comparison, at 30° C an increase in water soluble P was determined up to the 6th week of experimentation, while a decline was observed from week 6 to 10, which may be attributed to an immobilization of water soluble P (source: COST Action 829)

Jalanan

Setiap kali saya membaca berita dari milis atau mendengar langsung cerita teman2 yang baru pulang dari Indonesia (negeriku tercinta), topik yang menarik adalah "toleransi" berlalu lintas. Berbagai versi yang lucu dan terkadang menyebalkan terlontar bagaimana gambaran sesungguhnya lalu-lintas diberbagai kota besar di negaraku (katanya). Ada salah seorang anak teman yang baru pulang minggu kemaren, dia bilang "kok mobilnya parkir di jalan?". Orang tuanya hanya tersenyum mendengar celoteh anaknya, padahal itu kan rombongan mobil macet. Nah, disini (katanya lagi), paling banyak sikap masyarakat yang "toleransi", apatis, individualis dll. Mark jalan tidak lah menjadi barang yang perlu diperhatikan, jangan kan itu, pak pol... saja tak membuat pengemudi (yang kagak ngerti aturan) ngeri. Saling dahului, saling klakson, saling umpat, itu makanan sehari2.
Nah bagaimana enaknya kalau semuanya ikut aturan, tanpa "toleransi". Di negeri tempatku berlabuh sekarang, anak sekolahan dengan enaknya dijalanan pakai CD-player, mau nyebrang tinggal lihat lampu hijau, dan bakalan ngga kena klakson. Jadi kagak perlu lagi lihat kiri-kanan, takut mobil nyolong. Kalau masalah klakson mobil, kayaknya seharian kalau kita dijalanan, bisa dihitung dengan jari, tapi kalau wochenende banyak juga kalau ada rombongan orang pesta kawinan.
Cuma lain negeri lain pula cerita. Dulu waktu saya reise ke Prancis, wah sampai seperempat jam nunggu lampu merah, eh orang disamping saya kagak perlu lihat lampu merah kalau nyeberang.