Freitag, November 14, 2003

hari ini ulang

hari ini ulang tahun saya yang kesekian...

Montag, November 10, 2003

Rote karte fuer Schwarzfahrer

Pagi-pagi saya sudah berangkat ke institut setelah sidikit tidur after sahur di hari ke-15 Ramadhan ini. Termin hari ini cukup padat yang telah menghiasi pinggir-pinggir komputer dan buku harian saya , musti dikerjakan hari ini. Termin pertama yang musti saya hadapi adalah janji dengan salah seorang doktor di universitas, dan termin ini dijadwal seminggu yang lalu. Itulah kebiasaan di Jerman semuanya musti termin. Jangankan dengan seseorang, dengan dokterpun musti termin kalau tidak Notfall atau emergency. Sudah dua kali saya ke Augenarzt, dan termin baru bisa datang 4 minggu, dan lebih parah lagi teman saya, dia harus menunggu 2,5 bulan untuk periksa matanya. Tapi kalau untuk dokter anak, yach bisa pagi telefon, dan siang atau besoknya bisa datang. Seperempat jam sebelum jam 10.00 saya sudah mendatangi kantornya, dan dengan sapaan khas dia bilang "gutten morgen Herr Rosyadi". Nah inilah yang hampir saya dengarkan kalau kita memang sudah ada janji dengan orang tersebut, dia duluan yang menyapa kita, dan memepersilakan masuk. Seperti perkiraan saya, alhamdulillah semua administrasi dan berkas-berkas semua dicheck, dan hanya dalam hitungan 5 menit semuanya selesai. Dalam hati saya, seminggu menunggu, ech ngga pertemuannya hanya lima menit. Tapi untuk apa pula lama-lama yang penting semua urusan sudah selesai.
Di tengah cuaca yang menusuk dingin dan saya lihat dipinggir jalan, terpampang angka menunjukkan 1 derajat celsius, pantas saja sangat dingin. Dan hari ini saya juga lupa bawa sarung tangan, jadi dech tangan merah. Turun disalah satu halte dan menuju halte yang lainnya, ech mobil yang ditunggu barusan berangkat. Musti saya tunggu 20 menit lagi, dari pada nunggu diluar saya pergi ke Mediamarkt salah satu toko elektronik untuk menghabiskan waktu 20 menit, habis kalau diluar nunggu dinggin banget. Bus jurusan 411 datang dan saya masuk sambil mencari tempat yang masih lowong. Beberapa halte dilewati, dan tiba-tiba tanpa disangka datang lah kontroller yang memeriksa penumpang yang pakai karcis atau tidak. Penumpang yang didepan saya ada dua orang yang kena denda, yang satunya ibu setengah baya, yang sempat bilang Entschuldigung! sama kontroller, namun dengan tegas dia jawab, maaf saya tidak perlu kata maaf, anda harus bayar 40 euro. Yang kedua, adalah nenek-nenek sekitar 70 tahun dan tentunya, dan ternyata dia punya karcis hanya lupa memasukkan ke mesin otamatisnya, tetap didenda 40 euro. Memang kalau yang namanya hukum kagak ada pandang tua, muda, kaya dan miskin. Alhamdulillah saya punya studentcard, jadi sepanjang tahun ngga perlu bayar. Saya lihat didinding bus tertulis: Rote karte fuer Schwarzfahrer. Kata-kata ini bukan basa-basi....