Di appartment saya terpampang empat gambar ukuran A3 yang dulu saya photocopy warna dari teman. Objek dari gambar ini hanya sebatang pohon, entah mengapa istri saya sangat tertarik dengan gambar ini, jadilah sekarang gambar itu menghiasi ruang tamu. Setelah dipikir2 ternyata gambar itu sangat menarik, karena pohon tersebut menggambarkan empat musim (Winter, Herbst, Sommer dan Fruehling). Pernah suatu ketika kita berdiskusi mengenai susunannya, apakah winter dulu atau sommer dulu, sama saja kayak mana yang duluan ayam atau telor ayam, yang penting gambar tersebut enaak dulu dipandang, dan yang jelas setelah musim winter tentu datang herbst dst....Pernah tahun lalu salah seorang teman dari Indonesia yang datang ke Universitaet saya untuk melakukan penelitian postdoctor, dan sehari sebelum dia pulang dia bilang, "Pak, boleh saya photocopi gambar itu, ngga?" katan teman saya tersebut. Dan sebulan setelah sampai di Indonesia dia bilang, bahwa istrinya sangat senang dengan gambar tersebut dan katanya nanti kalau main ke Indonesia lihat dech, sudah dibingkai bagus, katanya. Pernah saya berencana mau bikin sendiri gambar tersebut dengan musim yang berbeda2 dengan objek yang sama, seperti pohon atau rumah, dalam bayangan saya itu pekerjaan gampang dan hanya perlu waktu setahun dan lebih gampang lagi tentunya dengan menggunakan digital camera. Tapi sampai sekarang ada saja musim yang tertinggal. Ya sudah lah...gambar itu saja dulu...Nah yang jadi ingatan saya sekarang adalah masalah musim di Indonesia. Dulu waktu saya sekolah es-em-pe dan sapai kuliah, guru2 selalu bilang musim dikita ada dua (Panas dan Hujan). Jadi dulu biar gampang mengingatnya, maka guru saya bilang, setiap bulan yang berakhiran ber (Septem/Okto/Novem/Desem-ber dan Januari, Februari, Maret) adalah musim hujan. Ada pertanyaan teman saya dulu, kenapa begitu? Yang lain jawab karena akhiran bulannya ber..ber..ber...(bunyi air hujan dicomberan kan gitu kantanya). Lalu dari April sampai bulan yang ber.....lagi adalah musim panas. Apakah begitu faktanya? Akh pusing juga saya, toh kalau di Bogor, perasaan hujan melulu. Terpikir dalam hati saya untuk membuat photo musim di Indonesia nanti kalau saya pulang nanti, cuma yang bingungnya begini. Photonya dipastikan ada dua (musim panas dan hujan). Yang susahnya untuk latar belakang, kalau saya ambil latar belakang pohon, berarti Gbr-1, adalah pohon yang tumbang untuk menggambarkan musim hujan. Kenapa? Ya..karena setiap musim hujan akan terjadi banjir yang menumbangkan pohon2 dan juga menghanyutkan rumah2 masyarakat. Lalu Gbr-2, adalah pohon yang berasap atau gambar arang saja sekalian, kenapa pulak??? Ya..karena kalau yang namanya musim panas, bencana yang lain akan datang adalah kebakaran hutan. Kalau begini gambarnya, kayaknya ngga elook sipampang diruang tamu yaa. Bagusnya dimajalah lingkungan x yaa...Coba kalau musim di kita 4 musim...wahh ngga tahu dech apa yang terjadi, dua musim saja sudah repot begini. Dari jauh saya doakan buat saudara2ku di
RIAU yang lagi kebanjiran semoga air cepat surut dan mari kita tanggulangi agar tahun depan tidak banjir lagi. Gimana caranya yaaaa?? Yang jelas kita telah gagal mengelola lingkungan ini. Semoga besoooooook kita akan lebih baik. Dan tidak tertimpa tangga dua kali atau masuk lubang yang sama dua kali (atau sudah berkali x x x). Pusing juga akh, belajar dulu...